“Fin”
Pertanyaan sering menyapa kalbu
Bila dirimu memang bukan untukku
Mengapa hati harus tertambat padamu?
Bila sayang tidak dapat direncana
dan cinta tak mampu hempas begitu saja
Haruskah terkatung sedemikian lama?
Suara hati yang pecah bersorak pilu
dan aku hanya bisa tergugu
ya, aku tahu bagaimana harus berlaku
tapi ku ragu apakah mampu
menepikanmu ke hulu
yang tak terarungi olehku
-me-
Scar and Pain
What kind of moment when love gives you more suffering than joyful feeling?
When love makes you suffocating till you feel like you’re dying coz you realize how precious he is in your life.
When love makes you as through you’re falling from the edge of highest cliff that you feel your stomach stired up as you see him near by but you can’t make your hands reached him.
When love makes you sinking into a trench till your body turned into smithereens coz the pressure of the feeling has broken through the last wall of your faith.
I accept the fact that I love you, although soon I will may regret it. Even so, the remorse feeling will soon deliver me sweet pain and blissful scar.
-me-
On the Borderline
Setiap orang pasti punya lagu pelipur lara bagi dirinya; biasanya sih gak terbatas 1 lagu saja, bisa 2,3 or bahkan 10 lagu! Nahh, Sesuai dengan judul postingan ini “On the Borderline“, disini saya akan share sebuah lagu yang berarti banget buat saya. Hmm, saya pecinta musik dan saya punya cukup banyak lagu yang saya anggap berarti dan berkesan, tapi untuk lagu ini saya angkat secara khusus karena timing lagu ini ”muncul” di hidup saya pas banget.
Lagu ini diperkenalkan oleh salah seorang senior saya di kantor sebut saja namanya AB. Di suatu sore, dia mengirim 1 folder yang berisi sejumlah lagu dari Sally Seltmann (dulunya sebelum menikah adalah Sally Russel), dengan judul album Hearts That’s Pounding. Sally adalah seorang musisi wanita yang berasal dari benua Australia. Well, i think she’s got big talent in music, since she’s great in song-writing and playing some music instruments, and the most important one, for me, her songs are sehr gut! d(^_^)b
Ini Sally Seltman
Lagu ini sarat dengan berbagai jenis alat musik dan teknologi musik yang saya sendiri kurang paham apa saja yang dimainkan di dalamnya (saya mereview hanya berdasarkan apa yang saya dengar hehe), musiknya enak didengar, vokal dari Sally sendiri cukup bagus dan pas dengan musik yg dia bawakan, well, overall, saya suka banget sama lagu ini
On the Borderline
Remember when you told me in the morning
You said I was tough
Tougher than the average woman
But I guess that is not tough enough
‘Cause when you left me on the weekend
I was crumbling
At the roots and the stem
Like a flower dying in the garden
Now you’re gone
I have to strengthen up my little heart
Find my own way
Light my torch
And sparkle my own spark
When I wake up in the morning I feel very numb
But I’m gonna get through
I’m gonna tell myself every day
Get yourself up, get yourself up
Get yourself out of bed
This is a new day
This is a new day
This is a new day today
Snapping your fingers
Tapping your toes
You are humming a tune
You know, you know
This is a new day
This is a new day
This is a new day today
On the borderline from what is right to what is wrong
There I am and there I try, I try to carry on
And when I’m standing on a mountain I feel brave and strong
Yeah I’m gonna get through with or without you
Get yourself up, get yourself up
Get yourself out of bed
This is a new day
This is a new day
This is a new day today
Snapping your fingers
Tapping your toes
You are humming a tune
You know, you know
This is a new day
This is a new day
This is a new day today
I’m gonna change, I’m gonna change, I’m gonna change
Just the way I see myself today
I’m gonna change, I’m gonna change
But there’s gotta be an easier way
An easier way to start the day
Kalau dari liriknya, lagu ini lebih cocok dikategorikan sebagai lagu untuk move on dari situasi broken heart karena cinta yah.. tapi kalau menurut saya, sebuah karya seni itu jangan dilihat dari 1 sisi saja, karena kalau dari cara pandang yg lain, lagu ini juga meng-encourage kita untuk bangkit dari keterpurukan dalam berbagai hal, tidak hanya dalam cinta.
Dari sejumlah lagu-lagunya, lagu inilah yang paling ampuh bikin saya senyum lagi (waktu itu saya sedang kecewa sama banyak hal dan kayaknya ngeliat apapun bawaannya pengen ngebanting or nginjek-nginjek), and menyadarkan saya kalau saya harus belajar untuk mengurangi mengeluh, mengumpat, bersungut-sungut karena life is too short to be wasted by doing such bad things like that over and over.
Well, then..Thanks to my senior for sharing them to me
MarshMellow
Sabtu (13/11/2010), kira-kira menjelang tengah malam, salah seorang sahabat saya di zone geblek menyapa saya lewat G-Talk. Dia sedang mengalami suatu MarshMellow akut akibat melihat kembali ke foto-foto dan video yang terambil di salah satu momen di resto yang bertempat di mall depan kantor sebelum saya berangkat ke kota BDG untuk mengemban tugas menangani klien. Saya mengerti perasaan dia, ngertiiii bgttttt…. karena saya juga merasakan hal yang sama setiap kali melihat foto-foto grup TA zone geblek sebelum “peristiwa” itu terjadi; peristiwa yang masih menyisakan sedih karena ada seseorang yang “hilang” dari antara kita… :”( and since she reminded me bout that, i started to feel Marshmellow too..huff… saya buka kembali folder yang dia maksud, dan saya liat-liat foto-foto saat itu, saya tonton lagi video-video yang terekam…lalu menangis (lagi)… hehe, cengeng ya saya… orang lain sepertinya sudah move forward dari masalah itu, ko saya sepertinya masih stuck di situu aja… seperti ada yang menahan saya untuk tidak memalingkan muka begitu saja dan terus berjalan tanpa menengok ke belakang… really dunno why…
The above picture is my last pic taken with members of Geblek zone when everything seems fine, well, now i know that “everything seems fine” was not correct at all at that moment, coz the “erruption” had been started and just waiting to explode.
But, despite all the things happened, i still believe, just like children believe the existence of Santa Claus and Tooth Fairy, that someday we can back to gather like before with no hard feelings, no guilty, only warmth, pleasant, and comfort..
yap, someday….
Patah
Well well, this is my 2nd posting,
tadinya sih berekspektasi kalau posting saya yg kedua adalah mengenai keberhasilan MU jadi juara EPL… namun apa daya, kenyataan mengatakan sebaliknya hehe, mreka gak jadi juara tapi gapapa ko, mereka tetap juara dalam hati saya
btw, ternyata nulis blog itu enak juga ya, bisa menuangkan isi hati kita dan “nyampah” di sesuatu yang memang milik kita sendiri huahahahahahah, cukup menyenangkan juga lah ^^
hari ini, eh salah ini udah ganti hari ya, kalau begitu, kemarin, kemarin saya merasakan apa yang disebut orang : “patah arang”. Penyebabnya sih simple bgt! saya merasa ekspektasi yang saya miliki soal pekerjaan yang sedang digeluti dengan kenyataan yang ada sekarang itu sangat berbeda. so simple kaan hehe..
sebenernya itu common problem yang SUPER biasa banget : kenyataan berbeda dengan harapan. But, at some degrees, it does makes you pissed off. really. Ibaratnya, kita udah punya “big picture” mengenai sesuatu, and then bang! the whole picture suddenly turns into smithereens and everything feels like shit.
namun, di tengah2 kegalauan hati saya saat itu, ada seorang teman di kantor, sebut saja dia Auditor Pintar huehe, yang sepertinya sangat khawatir dengan keadaan mental saya (aih, bahasanya “mental” haha).
dan sepertinya saking khawatirnya, dia sampai menyediakan waktu untuk mendengarkan keluh kesah saya dari A sampai Z sampai balik ke A lagi bahkan kadang2 ngalor ngidul ke topik yg gak ada hubungannya sama sekali =P Namun dia tetap setia mendengarkan ocehan saya.
padahaaaal, dia sendiri pastinya sudah lelah dan fed up sama kerjaan di kantor dan dia lagi ada banyak masalah juga loh(@ Auditor Pintar : ada 3 masalah besar ya? ini, itu, dan anu hihi)
saya sampai terharu…
it’s just a simple conversation in the car, while music from the iPod playing some rhythm that makes you levitating and then, sometimes we did chat, sometimes we just sat down in there; talked nothing, only listening to the music : di hati terasa lega, hangat, dan nyaman ^^
And thennn, one thing i’ve always tried for me not to do it : i cried (or maybe not?). Well, saya ragu apakah itu bisa disebut menangis kalau hanya setitik air mata yang sudah keluar sedikit dari sudut luar mata saya (setau saya disebut menangis itu kalau jumlah air mata yang dikeluarkan cukup banyak dan biasanya disertai suara sesenggukan hehe). Udah lupa kapan terakhir kali saya nangis, karena saya amat sangat jarang melakukan itu. Menangis nggak menyelesaikan masalah, itu prinsip saya. yahh mungkin bisa melegakan hati, tapi masalahnya tetap ada kan?.
Namun teman saya Auditor Pintar cukup bijaksana dengan mengatakan : “gw gak liat kok, klo pengen nangis, nangis aja”.
awalnya saya mengelak : “Gak ah, gw gak bisa nangis” padahal udh ada air keluar dikiiiittt dari mata saya hahahhaa (ketauan deh sama Auditor =P)
hahahaha, saya lebay bgt ya. Masalah expectation vs reality kayak gini aja sampe bikin “patah arang”. Yahh, mungkin ini udah akumulasi kekecewaan akibat ekspektasi-ekspektasi yang tidak pernah terwujudkan itu (hasil analisa saya dan Auditor Pintar). Sesuatu yang dibiarkan menumpuk memang hampir selalu menimbulkan efek kurang baik hehe.
iya, saya berusaha untuk mengerti kalau setiap keputusan yang orang lain buat atas diri saya pastinya sudah didasari oleh pertimbangan yang matang dan gak asal-asalan, bahwa segala sesuatunya harus dilakukan sedemikian rupa untuk kepentingan orang banyak bukan untuk kepentingan perseorangan aja. (jadinya saya feel guilty sendiri untuk kekecewaan mendalam yang saya rasakan, karena ada indikasi keegoisan pribadi =P)
Ada pelajaran yang dapat saya petik dari pengalaman “patah arang” ini : just speak up your mind. rite, only 5 words, but so hard to make it realized, according to my position and my current condition. Tapi yah ndak ada salahnya dicoba next time, tho?
Sekarang sih saya cuma bisa mencoba untuk memandang “ketimpangan” ini dari sudut lain aja (bisa dibilang mensugesti diri sendiri aja sih) supaya bisa agak menenangkan batin. Berusaha supaya tidak kecewa lebih jauh lagi. Berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan apa yang ada di depan mata.
for Auditor Pintar, i just wanna say : Thank you, it does means a lot =)
and for my other colleague in office, kita sebut saja Sesepuh Auditor hehe, saya sangat menunggu invitation JJS (Jalan-Jalan Sore-nya) apabila anda sedang tidak hectic karena saya rasa itu baik untuk kesehatan mental dan ketenangan jiwa kita bersama…^^
for Sesepuh Auditor : Thank you, sitting beside you for the recent days really makes me happy =) keep joking and keep being our unique loveable elder! yeay! =D
and before i forget, also to my colleague in team (someone said Laskar Pelangi hahahaha), kita sebut saja dia Auditor Bijak
, who has been always like a big brother for me, teman diskusi yang enak, mengajarkan saya banyak hal, mau ngeladenin ocehan saya sampe yg gak penting sekalipun hihi, bahkan rela saya tilpon malem2 untuk dengerin kepanikan saya soal PMDP..mangstab lah…
for Auditor Bijak : terima kasih ya, it’s so nice to have you as my friend
wahhh, gak nyangka yaaa, ternyata saya sangat dependable sama orang2 di sekeliling saya…jadi gak enak dan malu hahahhahaha….




